Judul : Belenggu
Penulis : Armijn Pane
Penerbit : PT. Dian Rakyat
Tahun terbit : 1940
Jumlah halaman : 150
halaman
Sinopsis:
Dokter Tono adalah seorang dokter yang sangat mencintai dan
bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya. Dia bekerja tanpa kenal waktu. Jam
berapapun ada pasien yang membutuhkannya, dia dengan sigap berusaha membantu. Tak
hanya itu, ia juga tidak meminta bayaran kepada pasien yang tidak mampu. Itulah
sebabnya ia dikenal sebagai dokter yang dermawan dan dicintai oleh pasiennya.
Dokter Tono mempunyai seorang istri yang cantik, pintar dan
lincah. Perempuan itu bernama Sumartini atau panggilannya Tini. Sebenarnya dokter
Tono tidak mencintai Tini. Demikian pula sebaiknya, Tini juga tidak mencintai
dokter Tono. Mereka berdua menikah dengan alasan masing-masing. Mereka tidak pernah
akur, tidak saling berbicara dan saling bertukar pikiran karena keduanya tidak
saling mencintai. Masalah yang mereka hadapi tidak pernah dipecahkan
bersama-sama sebagaimana layaknya suami istri. Mereka sering salah paham dan
suka bertengkar. Itulah sebabnya keluarga mereka tampak tidak harmonis. Kesibukan
dokter Tono yang tak kenal waktu tersebut semakin memicu pertengkaran dalam
rumah tangganya. Tini sebagai seorang istri merasa telah diabaikan dan tidak
diperhatikan oleh dokter Tono. Oleh karena itulah Tini sering pergi keluar
rumah.
Suatu hari dokter Tono mendapat panggilan dari seorang
wanita bernama Nyonya Eni yang mengaku dirinya sedang sakit keras. Wanita itu meminta dokter Tono datang ke
hotel tempat dia menginap. Dokter Tono pun datang ke hotel tersebut. Setibanya di
hotel, dia terkejut karena pasien yang memanggilnya adalah Yah atau Rohayah,
wanita yang dikenalnya sejak kecil. Waktu masih bersekolah di Sekolah Rakyat,
Yah adalah adik kelasnya. Pada saat itu Yah sudah menjadi janda. Dia korban
kawin paksa. Dia melarikan diri ke Jakarta karena tidak tahan hidup dengan suami
pilihan orang tuanya. Ia terjun ke dunia nista dan menjadi wanita panggilan. Sebenarnya
Yah sudah lama mencintai dokter Tono . Dia sangat merindukan dokter Tono . Itulah
sebabnya dia mencari alamat dokter Tono . Setelah menemukannya, dia menghubungi
dokter Tono dengan berpura-pura sakit. Ketika mereka berdua bertemu, Yah mulai
menggoda dokter Tono . Awalnya dia tidak tergoda oleh rayuan Yah, namun karena
Yah sering memintanya untuk mengobatinya, lama kelamaan dokter Tono mulai
tergoda. Yah dapat memberikan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia
dapatkan dari istrinya. Dia mulai sering mengunjungi Yah karena dokter Tono tidak
pernah merasakan kebahagiaan di tumahnya. Dia menganggap hotel tempat Yah
menginap sebagai rumah keduanya.


