Teman.. Mungkin aku bukan siapa-siapa kamu. Aku hanya orang yang selalu kau temui setiap hari dan selalu bersay hello Aku juga hanya orang yang mengenalmu sedikit lebih banyak daripada orang lain Mungkin aku tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan teman-temanmu yang lain Yah mungkin karena aku memang seperti ini Kalaupun kamu menyebutkan satu persatu nama-nama temanmu, pasti aku menjadi orang kesekian yang kamu...
Hey .. !! Mungkin aku sudah gila. Benar-benar gila. Aku tak dapat menghapus semua bayangan tentangnya. Aku tak dapat menghilangkan dia dari benakku. Maafkan aku, sayang. Ini tak masuk akal tapi otakku benar-benar tlah teracuni sekarang. Maafkan aku, sayang. Aku menyayangimu tapi aku juga menyukai dia. Dia mirip sepertimu. Matanya, hidungnya, alisnya, senyumnya, pembawaannya. Benar-benar mirip sepertimu. Melihatnya seperti aku melihatmu. Semuanya berawal...
Mumpung masih suasana Hari Ibu ya, meskipun sebenarnya buatku “Mother’s Day is Everyday”. Ibu. Sosok bidadari tanpa sayap yang kehadirannya memberikan kehidupan bagiku. Orang pertama yang aku lihat saat aku terlahir di dunia ini. Orang pertama yang aku sayangi dan cintai sepenuh jiwa ragaku. Orang yang dengan setulus hatinya memberikan segalanya kepada anak-anaknya. Sebanyak apapun balas jasa yang kita lakukan takkan pernah bisa...
Di cuaca yang cerah ini, terekam sosokmu dalam kedua mataku. Kupastikan itu kamu, dan ternyata memang benar kamu. Aku ingin memperbaiki setiap kepingan memori kita yang telah retak bahkan hancur. Memastikan kembali bahwa kau tersenyum untukku. Aku tersenyum untukmu. Tlah kuredam ego ini demi seuntai kebahagiaan lagi. Kubuang jauh-jauh rasa pahit ini dan takkan kubiarkan ia kembali. "Semoga permen manis ini bisa menghilangkan...